Minggu, 28 Desember 2014

BAB 8 : Manusia dan Pandangan Hidup

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


Pengertian
PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP

Dalam menjalani hidup, manusia mempunyai pandangan hidupnya masing-masing.Sementara itu, yang dimaksud dengan pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia, yang merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman hidupnya. Pandangan hidup timbul melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga dapat diuji kenyataannya. Kebenaran dari hasil pemikiran tersebut harus bias diterima dengan akal sehat, sehingga manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. Selain itu pandangan hidup bias dijadikan sebagai landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani.

SUMBER PANDANGAN HIDUP

Pandangan hidup berasal dari berbagai 3 macam sumber, yaitu:

1. Agama        :  Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.

2. Ideologi      : Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.

3. Renungan   : Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.


PANDANGAN HIDUP MUSLIM DALAM PANDANGAN HIDUP SESUAI DENGAN KEPERCAYAAN
Hidup dalam pandangan Islam adalah kebermaknaan dalam kualitas secara berkesinambungan dari kehidupan dunia sampai akhirat, hidup yang penuh arti dan manfaat bagi lingkungan. Hidup seseorang dalam Islam diukur dengan seberapa besar ia melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai manusia hidup yang telah diatur oleh Dienull Islam. Ada dan tiadanya seseorang dalam Islam ditakar dengan seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh umat dengan kehadiran dirinya. Sebab Rasul pernah bersabda "Sebaik-baiknya manusia di antara kalian adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain. (Alhadis). Oleh karena itu, tiada dipandang berarti (dipandang hidup) ketika seseorang melupakan dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah diatur Islam.

Dengan demikian, seorang muslim dituntut untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup sehingga eksistensinya bermakna dan bermanfaat di hadapan Allah SWT, yang pada akhirnya mencapai derajat Al-hayat Al-thoyyibah (hidup yang diliputi kebaikan). Untuk mencapai derajat tersebut maka setiap muslim diwajibkan beribadah, bekerja, berkarya berinovasi atau dengan kata lain beramal saleh. Sebab esensi hidup itu sendiri adalah bergerak (Al-Hayat) kehendak untuk mencipta (Al-Khoolik), dorongan untuk memberi yang terbaik (Al-Wahhaab) serta semangat untuk menjawab tantangan zaman (Al-Waajid).

Makna hidup yang dijabarkan Islam jauh lebih luas dan mendalam dari pada pengertian hidup yang dibeberkan Descartes dan Marx. Makna hidup dalam Islam bukan sekadar berpikir tentang realita, bukan sekadar berjuang untuk mempertahankan hidup, tetapi lebih dari itu memberikan pencerahan dan keyakinan bahwa. Hidup ini bukan sekali, tetapi hidup yang berkelanjutan, hidup yang melampaui batas usia manusia di bumi, hidup yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan sang Kholik. Setiap orang beriman harus meyakini bahwa setelah hidup di dunia ini ada kehidupan lain yang lebih baik, abadi dan lebih indah yaitu alam akhirat (Q.S. Adl-dluha: 4).
PENGERTIAN IDEOLOGI
·         Ideologi berasal dari kata idea (Inggris), yang artinya gagasan, pengertian. Kata kerja Yunani oida = mengetahui, melihat dengan budi. Kata Idea yang berasal dari bahasa Yunani logos yang artinya pengetahuan. Ideologi merupakan pengetahuan tentang gagasangagasan, pengetahuan tentang ide-ide, science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari menurut Kaelan “ideaĆ¢€” disamakan artinya dengan citacita.
Ideologi terbagi menjadi 2, yaitu Ideologi Terbuka dan Tertutup. Berikut penjelasannya :

1.      Ideologi Terbuka, merupakan pemikiran yang dimiliki oleh seluruh rakyat yang tidak ada pemaksaan dalam memilih dan bersifat musyawarah.
2.      Ideologi Tertutup, ideologi ini bersifat totaliter yang banyak menuntut suatu keputusan sehingga rakyat wajib taat kepada penguasa yang memiliki paham ideologi tersebut.
PENGERTIAN IDEOLOGI MENURUT PARA AHLI
1.      Gunawan Setiardjo :
Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan atau aqidah 'aqliyyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan.
2.      Machiavelli:
Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa. 1 agustus 2006
3.      Thomas H:
Ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya. 23 oktober 2004
4.      Karl Marx:
Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat. 1 mei 2005
5.      Napoleon:
Ideologi keseluruhan pemikiran politik dari rival–rivalnya. 22 desember 2003

2 HAK IDEOLOGI

1.      Hak memperoeh kebebasan : Manusia bebas untuk bersikap maupun berusaha dalam menjalani kehidupannya. Namun dalam hal ini perilaku manusia tersebut juga harus sesuai dengan ideology di tempat ia tinggal.
2.      Hak memperoleh perlindungan sebagai warga Negara : semua warga Negara harus mendapatkan perlindungan dari negaranya dari berbagai bahaya. Baik saat ia berada di dalam maupun di luar negeri.


CITA – CITA

Menurut kamus umum bahasa Indonesia cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Itu semua adalah apa yang ingin diperoleh seseorang pada masa yang akan dating/masa depan. Cita-cita yang mungkin atau belum mungkin terpenuhi disebut angan-angan. Angan-angan di sebabkan tidak/belum dipenuhi kemampuan untuk mewujudkan cita-cita itu. Seseorang dapat mewujudkan cita-citanya tergantung dari 3 faktor, yaitu :
1.      factor manusia yang memiliki cita-cita : seberapa besar dan kuat kemampuan kita untuk mewujudkannya.
2.      kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakannya : kita harus bias menghadapi kesulitan-kesulitan yang didapat
3.      seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai : semakin tinggi cita-cita, maka semakin besar usaha yang diperlukan. Begitu pula sebaliknya.

Langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk mewujudkannya adalah :
1.      Mengubah Belief System (Keyakinan dan Goal) kita.
2.      Mengubah cara berpikir kita dan emosi kita.
3.      Mengubah segala keputusan kita yang dapat menghambat cita-cita kita.
4.      Mengubah segala tindakan-tindakan buruk kita.

Selain langkah di atas, ada baiknya jika kita mempelajari kisah – kisah dibalik suksesnya orang-orang hebat. Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya.

Contoh : Seseorang yang bercita-cita menjadi penulis akan terus belajar bagaimana menghasilkan karya tulis yang indah. Entah dengan membaca buku atau praktik langsung. Hal tersebut akan terus di lakukannya sampai ia bias mewujudkan cita-citanya.

KEBAJIKAN 

Pengertian kebajikan adalah perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika. Perbuatan ini perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. 

Makna kebajikan : Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk yang bermoral dan beretika. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri

Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu :
1. Faktor pembawaan (heriditas)  : Ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
2. Faktor lingkungan                         : Baik atau buruknya lingkungan tempat mereka tinggal.
3. Faktor pengalaman khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan hingga sampai dewasa.

FAKTOR – FAKTOR YANG MENENTUKAN TINGKAH LAKU SESEORANG

A.                Faktor Internal

1) Jenis Ras/ Keturunan

Ras-ras yang ada di dunia ini akan menimbulkan tingkah laku yang berbeda-beda. Misalnya, perilaku ras Negroid antara lain bertemperamen keras, tahan menderita, menonjol dalam kegiatan olah raga. Ras Mongolid mempunyai ciri ramah, senang bergotong royong, agak tertutup/pemalu dan sering mengadakan upacara ritual.

2) Jenis Kelamin

Hal ini bias sangat jelas kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Dimana dari cara berpakaian maupun tingkah laku. Jika wanita lebih suka berpakaian feminism sedangkan laki-laki lebih suka berpakaian maskulin.

3) Sifat Fisik

Kretschmer Sheldon membuat tipologi perilaku seseorang berdasarkan tipe fisiknya. Misalnya, orang yang pendek, bulat, gendut, wajah berlemak adalah tipe piknis. Orang dengan ciri demikian dikatakan senang bergaul, humoris, ramah dan banyak teman

4) Kepribadian

Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya yang digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsang baik yang datang dari dalam dirinya maupun dari lingkungannya.

5) Intelegensia

Intelegensia adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah dan efektif.
6) Bakat

Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus.

B. Faktor Eksternal

1) Pendidikan

pendidikan yang dimiliki seseorang akan membedakan mereka dengan orang-orang yang tidak berpendidikan mulai dari cara berbicara, sikap, pikiran, maupun cara berbusananya.

2) Agama

Agama akan menjadikan individu bertingkah laku sesuai dengan norma dan nilai yang diajarkan oleh agama yang diyakininya.

3) Kebudayaan

Kebudayaan diartikan sebagai kesenian, adat istiadat atau peradaban manusia. Tingkah laku seseorang dalam kebudayaan tertentu akan berbeda dengan orang yang hidup pada kebudayaan lainnya, misalnya tingkah laku orang Jawa dengan tingkah laku orang Papua.

4) Lingkungan

Lingkungan berpengaruh untuk mengubah sifat dan perilaku individu karena lingkungan itu dapat merupakan lawan atau tantangan bagi individu untuk mengatasinya. Individu terus berusaha menaklukkan lingkungan sehingga menjadi jinak dan dapat dikuasainya.

5) Sosial Ekonomi

Status sosial ekonomi seseorang akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi perilaku seseorang.


USAHA / PERJUANGAN

Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun denan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Perjuangan untuk hidup itu sudah kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna.Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Dalam bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan yang terbatas pada fisik dan keahlian atau keterampilan dari manusia itu sendiri

3  ALIRAN FILSAFAT

a.      aliran naturalism             : Hidup manusia dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi yang berasal dari Tuhan. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada

b.     aliran intelektualisme     : Aliran ini berasal dari logika/akal. Dimana dengan akal inilah manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi). Pandangan hidup ini disebut liberalisme. Individu yang berakal (berilmu dan berteknologi) dapat menguasai individu yang berpikir rendah (bodoh).

c.      aliran gabungan              : Aliran ini berdasar pada kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.

PENGERTIAN KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Keyakinan yang dimiliki seseorang tidak selalu benar, karena ini merupakan suatu sikap ataudengan kata lain keyakinan bukanlah jaminan kebenaran.
Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar. 

LANGKAH – LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

Dengan memiliki pandangan hidup yang baik, manusia akan lebih mudah mencapai cita-citanya. Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yaitu:
1.      Mengenal : Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
2.      Mengerti
disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara.
3.      Menghayati
Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.  Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.
4.      Meyakini
. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
5.      Mengabdi      
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya.  Manfaat dari mengabdi sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akhirat.
6.       Mengamankan
Pengamanan yang merupakan langkah terberat dan membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.







SUMBER :


 Seri Diktat Kuliah MKDU: Ilmu Budaya Dasar karya Widyo Nugroho dan Achmad Muchji, Universitas Gunadarma
id.wikipedia.org/wiki/Ideologi
http://id.wikipedia.org/wiki/Keyakinan_dan_kepercayaan

Minggu, 09 November 2014

BAB 6 : Manusia dan Penderitaan

BAB. 6 MANUSIA DAN PENDERITAAN

PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Penderitaan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang sifatnya kodrati. Karena itu terserah kepada manusianya sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin . Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup.
CONTOH-CONTOH PENDERITAAN
Misalnya Kierkegaard (1813-1855), seorang filsuf Denmark, sebelum menjadi seorang filsuf besar, masa kecilnya penuh penderitaan. Penderitaan yang menimpanya, selain melankoli karena ayahnya yang pernah mengutuk Tuhan dan berbuat dosa melakukan hubungan badan sebelum menikah dengan ibunya, juga kematian delapan orang anggota keluarganya, termaksud ibunya, selama dua tahun berturut-turut. Peristiwa ini menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi Soren Kierkegaard, dan ia menafsirkan peristiwa ini sebagai kutukan Tuhan akibat perbuatan ayahnya.

SIKSAAN
           Siksaan adalah segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan terdiri dari siksaan badan atau jasmani ,dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani .Akibat yang ditimbulkan dari siksaan timbulah penderitaan .
PENGERTIAN PHOBIA
Kata “phobia” sendiri berasal dari istilah Yunani “phobos” yang berarti lari (fight), takut dan panik (panic-fear), takut hebat (terror). Istilah ini memang dipakai sejak zaman Hippocrates.
Phobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya.



3 jenis phobia :
1. Phobia sederhana atau spesifik : Phobia terhadap suatu obyek/keadaan tertentu.
2. Phobia sosial                                : Phobia terhadap pemaparan situasi social.
3. Phobia kompleks                           : Phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka misalnya di kendaraan umum/mall.

Penyebab Phobia
Pada umumnya phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia.

Cara Mengatasi :
a. Terapi berbicara.

b. Terapi pemaparan diri (Desensitisation).

c. Menggunakan obat-obatan.


Macam-macam Phobia
:
a.       Ablutophobia - takut untuk mencuci atau mandi >> sindrom kucingisme
b.      Acerophobia - takut akan rasa asam (orang yg sering diare)
c.       Achluophobia - takut akan kegelapan
d.      Acousticophobia - takut akan kebisingan
e.       Acrophobia - takut akan ketinggian
f.       Aeroacrophobia - takut akan ruang terbuka di ketinggian
g.      Agliophobia - takut akan rasa sakit.
h.      Agyrophobia - takut akan jalan atau menyeberang
3 SIKSAAN BERSIFAT SIKIS
1. Kebimbangan
Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu.
2. Kesepian
Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalarn lingkungan orang ramai. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari siksaan yang dapat dialami oleh seseorang. Seperti halnya kebimbangan, kesepian perlu cepat diatasi agar seseorang jangan terus menerus merasakan penderitaan batin.
3. Ketakutan
Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis.
PENYEBAB SESEORANG MERASA KETAKUTAN
Ketakutan merupakan bentuk lain yang menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.

Sebab seseorang merasa ketakutan :
a.       Claustrophobia dan Agoraphobia : Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup.Sedangkan Agoraphobia adalah Ketakutan yang disebabkan seseorang berada di ruangan terbuka.
b.      Gamang
Gamang merupakan ketakutan bila seseorang berada di tempat yang tinggi .
c.       Kegelapan
Merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat gelap.
d.      Kesakitan
Merupakan ketakutan yang disebakan oleh rasa sakit yang dialami.seseorang yang takut diinjeksi sudah berteriak-teriak sebelum jarum injeksi ditusukkan kedalam tubuhnya .
e.       Kegagalan
Merupakan ketakutan dari seseorang yang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan
KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal dengan kekalutan mental. Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.

GEJALA SESEORANG MENGALAMI KEKALUTAN MENTAL

Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
  • Jasmani    : sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
  • Rohani     : rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
SEBAB-SEBAB TERJADINYA KEKALUTAN MENTAL
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
  • Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempuma; hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri.
  • Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat.
  •  Reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan social

PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Penderitaan memang selalu hadir dalam kehidupan kita, tidak berarti hidup adalah menderita / hidup adalah untuk penderitaan. namun “Hidup adalah Berjuang karena Hidup adalah Perjuangan”. Jadi mau tidak mau kita selalu dituntut untuk terus berjuang dlam hal apapun. dan percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sia - sia. Setelah perjuangan terlaksana dan pasrah kepada Tuhan. maka dari itulah gunanya bersosialisasi, dengan bersosialisasi.

Waspada akan penderitaan boleh dalam berbagai hal namun tetap kita tidak dapat menghindar dari penderitaan, satu - satunya jalan keluar adalah dengan melewatinya
dengan melakukan perjuangan.

PENDERITAAN, MEDIA MASA, DAN SENIMAN

Media massa adalah alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada asyarakat luas.
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu sangat besar. Hal ini dibuktikan dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat.
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar kaca dan berbagai media lainnya. Berita-berita tersebut ditayangkan dimaksudkan agar semua orang yang menyaksikan tau melihat ikut merasakan penderitaan sesamanya. Dengan demikian diharapkan dapat menggugah hati manusia untuk bebuat sesuatu. Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan kepada masyarkan luas. Dengan demikian masyarakat dapat dengan segera meliai untuk menentukan sikap antara manusia terutama yang bersimpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya, sehingga para pembaca, penonton dapat menkhayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA 

Penderitaan disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya adalah :
  1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia : Penderitaan yang terkadang disebut nasib buruk ini dapat diperbaiki bila manusia itu mau berusaha untuk memperbaikinya. Contoh : Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak dan perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama
  2. Penderitaan yang timbul karena penyakit,siksaan / azab tuhan . Kesabaran, tawakal dan optimisme merupakan usaha manusia dalam mengatasi penderitaan tersebut.
  3. Hubungan tidak baik antara manusia dengan manusia yang mengakibatkan penderitaan didasari rasa dengki, iri, sakit hati, dan kekejaman.  
  4. Hubuan tidak baik antara manusia dengan Alam yang mengakibatkan bencana.
  5. Ketamakan
  6. Penderitaan karena cobaan.




PENGARUH PENDERITAAN

Orang yang mengalami penderitaan biasanya akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dari sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya sebagian dari kehidupan. Sikap negatif misalnya, penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri, Sikap ini diungkapkan dalam
 contohnya : Orang yang putus asa karna selalu ditolak saat melamar pekerjaan.











Daftar  Pustaka :
http://ulfamvn.blogspot.com/2012/12/6-manusia-dan-penderitaan.html


BAB 5 : Manusia dan Keindahan

MANUSIA DAN KEINDAHAN

PENGERTIAN KEINDAHAN
 Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beutiful” dalam bahasa Perancis–”beau”, sedang Italia dan spanyol “belld’ berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk’ pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum.  Keindahan adalah sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu barn dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tank yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

KEINDAHAN DALAM ARTI LUAS
Keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide-ide kebaikan misalnya menurut para ahli :
a. Plotinus       :  keindahan itu tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah
b. Aristoteles   : keindahan adalah sebagai sesuatu yang baik juga menyenanngkan.
c. Orang Yunani : keindahan itu, pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah.
Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya adalah sebagai berikut:
a.       Keindahan Seni
b.      Keindahan Alam
c.       Keindahan Moral
d.      Keindahan Intelektual


NILAI ESTETIKA
Dalam rangka terori umum tentang  “The Lianh Gie” menjelaskan bahwa nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estentik.
     
Dalam “dictionary of sociology and relate ecience” merumuskan nilai sebagai kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia, sifat suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok.
Jadi nilai adalah  : realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan  karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri.
Nilai dibedakan antara lain subyektif dan nilai obyektif atau yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan instrinsik.

NILAI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK

a.       Nilai intrinsik adalah pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat atau benda ) yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.. Contoh : pesan yang disampaikan koleh tanan darmawulan –minak jinggo adallah kebaikan melawan kejahatan

b.      Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat sarana untuk sesuatu hal lainnya. Yakni nilai yang bersifat sebagai alat untuk membantu.
Contoh : Tari-tari, macam jenis pakaian dan gerak gerik adalah tari perang antara darmawulan dan minak jinggo.


PENGERTIAN KONTEMPLASI DAN EKSTANSI

a.       Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam.
b.      Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.

Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan.

MASALAH RENUNGAN

Renungan berasal dari kata renung. Merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu secara mendalam. Orang yang merenungkan setiap kegiatannya/segenap pengetahuannya yang dia miliki dapat disebut berfilsafat.
Ada 3 macam pemikiran  kefilsafatan adalah sebagai berikut:
1.   Menyeluruh  : pemikiran yang luas bukan hanya ditinjau  sudut pandangan tertentu.
2.   Mendasar        : pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental.
3.   Spekulatif     : hasil pemikiran yang dapat dijadikan dasar untuk pemikiran-pemikiran selanjutnya.

TEORI RENUNGAN

a.        Teori Pengungkapan   : Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.

b.      Teori Metafisik               : Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni

c.        
d.      Teori Psikologis              : Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif.

e.       Teori Permainan              : Teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang.

KESERASIAN

Keserasian identik dengan keindahan . Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah dilihat. Karena itu, sebagian ahli pikir berpendapat bahwa keindahan adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat [pada suatu hal.
Keindahan sangat erat hubungannya dengan keserasian keindahan itu juga ada hubungan erat dengan seni. Keserasian tidak ada hubungannya dengan kemewahan.
Kadang-kadang kemewahan menunkang keserasian tetapi tidak selalu

TEORI-TEOTI KESERASIAN

a.      Teori Objectif dan Teori Subjectif
Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.
Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda.
b.      Teori Perimbangan
Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, pelimpahan dan pengungkapan perasaan






DAFTAR PUSTAKA :
Whidagdo, Djoko.Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2003
         Try, Prasetio, Djoko. Ilmu Budaya DasarMKDU. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 1998


BAB 4 : Manusia dan Cinta Kasih

MANUSIA DAN CINTA KASIH

PENGERTIAN CINTA KASIH
 Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih. Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya, cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
·         Perasaan terhadap keluarga
·         Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
·         Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
·         Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
·         Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
·         Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
·         Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
·         Perasaan terhadap negaranya atau patriotism
·         Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme


3 UNSUR CINTA

Menurut Dr. Salito W. Sarwono dalam artikel yang berjudul Segitiga Cinta , bukan cinta segitiga dikatakan bahwa cinta yang ideal memiliki 3 unsur, yaitu:
a.       Keterikatan      : perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala prioritas hanya untuk dia.
b.       Keintiman       :  kebiasaan – kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal diganti dengan sekedar nama panggilan.
c.        Kemesraan      :  rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen apabila jauh atau lama tak bertemu, ucapan- ucapan yang menyatakan sayang, saling mencium, merangkul dan sebagainya.


GAMBAR 3 UNSUR CINTA

 




                        Keterikatan                                                                  Keintiman



                                                               Kemesraan


CINTA MENURUT AJARAN AGAMA

a.          Menurut islam
            Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam, yaitu:
1. Cinta ibadah            : Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.
2. Cinta syirik              : Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya.
3. Cinta maksiat          : Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya.
4. Cinta tabiat             : Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang Idibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat.
b.      Menurut kristen
1. Cinta adalah pencipta keindahan terhebat (Tim 2:9-10)
2. Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam niat dan tindakan (1 Yoh 3:18)
3. Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor 13:3)
c.       Menurut hindu
            Cinta adalah perasaan pada kesenangan, kesetiaan, kepuasan terhadap suatu obyek. Sedangkan kasih adalah perasaan cinta yang tulus lascarya terhadap suatu obyek. Adapun yang menjadi obyek dari cinta kasih itu adalah semua ciptaan Sanghyang Widhi Wasa. Tuhan Yang Maha Esa. Ciptaan Tuhan dapat digolongkan dalam tingkatan sesuai eksistensinya atau kemampuannya yaitu “eka pramana” ialah makhluk hidup yang hanya memiliki satu aspek kemampuan berupa bayu/tenaga/ hidup, seperti tumbuh-tumbuhan. “Dwi pramana” ialah makhluk hidup yang memiliki dua aspek kemampuan berupa bayu dan sabda/bicara, seperti hewan/binatang. “Tri pramana” ialah makhluk hidup yang memiliki tiga aspek kemampuan berupa bayu, sabda dan idep/pikiran, seperti manusia.
d.      Menurut buddha
            Agama Buddha tidak Alergi dengan istilah “cinta.” Terbukti dalam Nikaya Pali, yaitu: Dhammapada ada satu bab yang diberi judul: Piya Vagga yang berarti kecintaan. Begitu pula dalam Majjhima Nikaya terdapat sutta yang berjudul Piyajatika Sutta, khotbah tentang orang-orang tercinta.
BERBAGAI BENTUK CINTA
Bentuk-bentuk cinta yaitu :
a.       Cinta hampa (empty love) : mempunyai  elemen tunggal commitment di dalamnya. Cinta jenis ini banyak dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan yang telah diatur .
b.      Cinta romantis (romantic love) : cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat (intimacy) melalui dorongan passion.
c.       Cinta persahabatan sejati (companionate love) : didapatkan pada hubungan yang telah kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang dalam serta commitment.
d.      Cinta semu (fatuous love) : bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat bergelora dan meledak-ledak .
e.       Cinta sempurna (consummate love) : bentuk cinta ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya.


AYAT AYAT CINTA DALAM AL-QUR’AN
a.      
(Al-Fajr: 20)                : “Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.”
b.      (Al-Fajr: 20)                :  “Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.”
c.       (Al-Baqarah: 165)        : “Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.”
d.      (Yusuf ayat 8)             : “Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.”
KASIH SAYANG

            Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Kasih sayang  ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya,  saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang  bulat dan utuh.Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, terancamlah kebahagian rumah tangga itu. Kasih Sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. Pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya.

MACAM-MACAM CINTA KASIH DARI ORANG TUA

• Macam-macam kasih sayang dari orang tua yakni :
(1)                 Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja,mengiyakan,tanpa memberikan respon.
(2)                 Orang tua bersifat pasif,si anak bersifat aktif. Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tua nya, kasih sayang ini di berikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
(3)                 Orang tua bersifat pasif, anak bersifat pasifDisini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah laku sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan.
(4)                 Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyak nya.

CONTOH KASIH SAYANG     
Saat kita sedang sakit, orang tua merawat, mengurusi kita sampai kita sembuh. Mulai dari mengantar kita berobat, teratur memberikan kita makan dan obat, serta setelah sembuh orangtua selalu menasihati kita untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa membuat kitasakit lagi.

KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
 Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
a.       Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas
b.      Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan.
c.       Kemesraan Manusia Usia Lanjut, pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.

PUISI TENTANG KEMESRAAN
 Puisi ini bisa muncul karena kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

Contoh : 
Saat kau menatapku
Matamu bagaikan belati tajam
Saat kau tersenyum
Bibir mu berubah bak seteguk madu

Merasa akan akan hadirmu disisiku
bagaikan tombak menghujam jantungku
Menghirup aroma tubuh mu
Bagaikan candu dalam diriku

Taukah kamu, kamu bagaikan separuh jiwaku
Yang taakan pernah hilang
dan akan selalu tersimpan didalam hela nafas ini.

PEMUJAAN

            Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Cara Pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan. Pemujaan dimulai sejak manusia dilahirkan dengan akal yang dimilikinya

BELAS KASIHAN
Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .

CINTA KASIH EROTIS
           Cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.Pada hakikatnya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya. Cinta jenis ini kerap terjadi pada usia remaja, dimana pada masa ini remaja sedang mengalami masa pubertas. Sehingga pada masa transisi ini rasa ingin tahunya terhadap lawan jenisnya cukup besar.

DAFTAR PUSTAKA
 ihf-org.tripod.com/.../Menumbuhkankepeduliandankasihsayang.html